Pengobatan dan Keperawatan Pada Zaman Rasulullah

Merujuk ke beberapa literatur sejarah kedokteran terutama pengobatan pada abad Tujuh Masehi, serta mempelajari sejarah prakemunculan Islam dan setelah Islam terhadap pengaruh aktifitas kedokteran di semenanjung Arab, maka kota akan mendapati kenyataan berikut ini:
“Pengobatan bangsa Arab tidak berbeda dengan ilmu – ilmu sekarang. Tabib – tabib masa jahiliyyah belakangan sebelum Islam muncul tidaklah terpencil dari dunia luar. Mereka mengunjungi Persia, Romawi, Syria dan India. Dari bangsa-bangsa itu mereka mentransfer ilmu kedokteran modern untuk dipraktekkan”
Ibn ‘Usaibah menyatakan dalam karyanya yang berjudul Tabaqat al-Atba’ (Pengikat Para Tabib) bahwa, Tabib Arab yang bernama al-Haris ibn Kadalah yang memeluk Islam pada masa tuanya. Beliau adalah alumnus sekolah kedokteran di Jundisafur dan ia memperoleh tempat tersendiri dalam disiplin kedokteran. Kepakarannya telah diakui. Bahkan Kaisar Anusyirman memanggilnya untuk dimintai tolong menyembuhkan sakitnya.
Disamping itu, terdapat banyak nama obat yang disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW seperti berikut ini:
1. Al-Huluq al-Hindi (Minyak India), yakni sejenis obat gosok yang berasal dari India
2. Khaidun, sejenis minyak atau salep untuk penyakit tenggorokan dan amandel. Jenis minyak ini juga dapat mengobati radang paru paru, yakni dengan menggosokkannya pada dada pasien.
Dalam hadis sahih al-bukhari dan sahih muslim terdapat hadis yang menjelaskan bahwa bangsa Arab sudah banyak mengenali penyakit dan jenis luka. Rasulullah pernah menyebut sakit perut atau mules dengan ‘iqru al-kalbah (keringat demam), radang paru paru dan tenggorokan dengan al-‘uzrah. Rasulullah juga pernah menganjurkan berbekam sebagai upanya penyembuhan sakit kepala serta menghentikan tekanan darah tinggi.
Dalam satu riwayat diceritakan bahwa salah seorang sahabat nabi yang bernama ‘Urfajah ibn As’adah, hidungnya terpotong dalam sebuah peperangan. Para tabib saat itu membuatkan hidung palsu yang terbuat dari bahan yang berkarat. Kemudian mereka berinisiatif untuk membuatnya dari bahan emas. Tetapi ‘Urfajah ibn As’adah menolak inisiatif para tabib sebelum mendapatkan izin dari Rasulullah karena Islam melarang seorang pria muslim memakai emas sebagai perhiasan. Namun ternyata Rasulullah mengizinkannya karena hal tersebut mendesak demi pengobatan dan tidak berniat untuk memamerkannya. Demikian pula Rasulullah mengizinkan pembuatan gigi dari bahan emas serta melapisi gigi dengan bahan tersebut karena alasan mendesak.

Referensi: Rufaidah : Kisah Perawat Wanita Pertama dalam Sejarah Islam (Ahmad Syauqi Al-Anjari)

Published in: on December 22, 2010 at 9:29 AM  Leave a Comment  

Idolaku, Rufaidah Al-Aslamiya #2

Third post. Ditulis di hari Minggu dengan gangguan dari adikku yg baru dateng tadi pagi. si Faris Luthfi Permana. Lanjutin cerita tentang idolaku, Rufaidah perawat yang paling keren sedunia. Hehehehe

Rufaidah Al-Aslamiya melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat. Dalam perang Khaibar, Rufaidah dan kelompok perawatnya meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk ikut di garis belakang pertempuran untuk merawat para mujahid yang terluka. Tugas ini merupakan pengakuan awal untuk pekerjaannya di dunia keperawatan dan medis.

Selain menjadi perawat, Rufaidah Al-Aslamiya juga terlibat dalam aktifitas sosial. Ia memberi perhatian kepada setiap muslim, orang miskin, anak yatim, dan penderita cacat. Ia juga merawat anak anak yatim dan memberi mereka pendidikan.

Rufaidah Al-Aslamiya digambarkan sebagai wanita yang memiliki kepribadian yang luhur dan memiliki rasa empati yang tinggi sehingga ia memberikan pelayanan keperawatan kepada pasiennya dengan baik dan teliti. Ia digambarkan sebagai pemimpin dan pencetus sekolah keperawatan pertama di dunia Islam meskipun lokasinya belum dapat ditemukan. Ia juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit (preventive care) serta memberikan penyuluhan kesehatan pada masyarakat.

Rufaidah adalah seorang pemimpin, pandai dalam berorganisasi, mampu memobilisasi dan memotivasi orang lain. Tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam hal klinikal saja, ia juga memecahkan masalah masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Sehingga Rufaidah sering disebut sebagai Public Health Nurse dan Social Worker yang menjadi inspirasi perawat di dunia Islam.

” Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain ” (HR. Bukhari)

*suatu saat nanti, saya HARUS menjadi seperti Beliau :)*

Published in: on October 17, 2010 at 3:04 AM  Leave a Comment  

Idolaku, Rufaidah Al-Aslamiya #1

Posting kedua, akhirnya selesai juga ngetiknya.. dengan mata yang setengah merem dan ketikan yang salah pencet terus, tapi jadilah cerita ini. Bukan ding, lebih tepatnya saya mah merangkum hehehe~

Teman teman kalau ditanya siapakah tokoh keperawatan? Pasti yg disebutin itu Florence Nightingale. Kalian tau ga? Padahal di zaman Rasulullah pun ada seorang perawat yang termahsyur di Jazirah Arab. Makanya kalo orang Arab ditanyain siapa tokoh keperawatan, mereka kurang mengenal Florence Nightingale. Yang mereka kenal adalah Rufaidah Al-Aslamiya. Teman teman mau kenal lebih lanjut tentang Rufaidah?? Cekidot tulisan berikut ini😀

Rufaidah Al-Aslamiya memiliki nama panjang Rufaidah binti Sa’ad Al-Bani Aslam Al-Khazraj. Beliau lahir di Yastrib, Madinah pada tahun 570M dan wafat pada tahun 632M. Rufaidah merupakan golongan kaum Anshor (golongan pertama yang menganut Islam di Madinah). Ayahanda Rufaidah, Sa’ad Al-Bani merupakan seorang dokter. Rufaidah sering membantu ayahnya untuk menangani pasien sehingga ia mempelajari ilmu keperawatan saat ia bekerja.

Saat kota Madinah berkembang, beliau mengabdikan diri untuk merawat kaum muslimin yang sakit. Ketika tidak ada peperangan, beliau mendirikan tenda diluar Masjid Nabawi untuk merawat kaum muslimin. Pada perang Badar, Uhud, Khandaq dan Khaibar, beliau menjadi sukarelawan untuk merawat korban yang terluka. Beliau juga mendirikan rumah sakit lapangan untuk korban perang. Dan Nabi Muhammad sendiri yang memerintahkan Rufaidah untuk merawat korban terluka.

Naahh keren banget kan Rufaidah ini? Sampai sampai Baginda Rasulullah pun menyuruh korban terluka untuk dirawat oleh Rufaidah.

Mau tau lanjutannyaaa??? Tunggu lagi episode selanjutnya. Sedang mencari inspirasi dan mengistirahatkan mata😀

See u😉

Regrads, Sarita

Published in: on October 16, 2010 at 3:33 PM  Leave a Comment  

Welcome to My First Post :D

Kenalin semuanya. Saya Sarita Saraswati, mahasiswi Fkep UNPAD dengan NPM 004. bercita cita pengen kaya Rufaidah Al-Aslamiya dan punya suami kayak Muhammad Al-Fatih *whooee ngarep.com* gapapa toh harapan itu kan doa ya ga? heheheh~

Saya mencoba untuk menulis segalagalagalanya disini. Entah itu buat tugas *khususnya Religion* atau curhatan saya tentang suka-duka di FKep *asoy*

kalo ada yg kurang kurang, tolong di kritik aja ato kasih saya saran yang membangun, siapa tau nanti saya jadi penulis beneran. hehehe.

Well~ enjoy my blog..😉

Published in: on October 16, 2010 at 3:27 PM  Comments (2)  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.